
Tujuh Perkataan “Akulah” dalam Kitab Injil Yohanes, yaitu perkataan yang di ucapkan oleh Tuhan Yesus yang kelima, yang terdapat di dalam kitab Injil Yohanes 11:25 yang berkata, “Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup.”
Pembangkitan Lazarus adalah mujizat terbesar dan sebuah demonstrasi kekuasaan Yesus atas persoalan final manusia dan menjadi bukti atas pernyataan Yesus bahwa Ia adalah kebangkitan dan hidup. Tuhan Yesus bukan hanya bisa bersimpati terhadap sebuah penyakit atau kematian seseorang seperti yang di alami oleh Lazarus. Bagi Tuhan Yesus, sakit penyakit adalah sebuah kesempatan untuk memanifestasi kuasa ilahi-Nya. Selain itu bahwa cara Tuhan Yesus untuk mendidik murid-murid dalam iman bahwa kuasa-Nya pun dapat mengatasi kematian seperti di dalam peristiwa pembangkitan Lazarus.
Kalau iman mereka dapat mengatasi ketakutan terbesar manusia yaitu, kematian. Maka murid-murid akan siap menghadapi goncangan peristiwa penyaliban. Bagi Tuhan Yesus, penyakit dan kematian bukanlah rintangan yang tak teratasi, tetapi panggilan untuk berperang. Hanya Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita yang telah mematahkan kuasa maut seperti yang tertulis di dalam 1 Korintus 15:55-57 berkata demikian, “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? " Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” Bahkan lebih dari pada itu Tuhan Yesus dapat mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa, yaitu hidup yang kekal selama-lamanya bersama-Nya.
Pada bagian ini, Tuhan Yesus menyajikan diri-Nya sebagai kebangkitan dan hidup. Kiranya hal ini menantang kita untuk selalu percaya kepada-Nya, untuk selalu setia kepada-Nya. Sebab Dialah kebangkitan dan hidup
Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar