Minggu, 29 November 2020

7 Perkataan “Akulah” dalam Kitab Injil Yohanes (bagian ke 3)

 

Perkataan Yesus “Akulah” dalam Injil Yohanes yang ketiga dan yang empat ada di dalam satu perikop.  Yang terdapat dalam Injil Yohanes 10:9  berkata, “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.”  Dan di dalam pasal yang sama yaitu injil Yohanes 10:11 berkata, “Akulah gembala yang baik.  Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”  

Yesus berkata , “Akulah pintu”, “Akulah gembala yang baik.”  Rutinitas seorang gembala memasuki kandang domba di lakukan pada pagi hari, dan seorang gembala berdiri di pintu kandang ketika domba-domba nya keluar masuk, dan melewati seorang gembala tersebut satu persatu, sementara si gembala tersebut menghitung dan memeriksa domba-dombanya.  Rutinitas yang lain yang dilakukan oleh seorang gembala, gembala memanggil domba-domba dan memimpin mereka ke padang rumput setiap hari supaya domb-domba tersebut dapat makan dan minum.   Rutinitas yang biasa di lakukan oleh seorang gembala kadangkala memiliki resiko. Bahkan resiko terbesarnya ialah sampai kehilangan nyawanya seorang gembala tersebut.  Misalnya apabila datang bahaya, gembala melindungi kawanan domba tersebut dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri terhadap binatang buas seperti; Serigala serta bahaya-bahaya hutan belantara lainnya.  Tanggung jawab seorang gembala di posisi tersebut mau tidak mau seorang gembala harus berhasil dalam setiap resiko setiap hari.  Sehingga domba-domba miliknya aman dalam perjalanan hingga kembali ke dalam kandang domba. 

Dari teks ini, gembala yang dimaksud adalah Tuhan Yesus.  dan pintu yang di maksud itu adalah Tuhan Yesus.  Para kawanan domba yaitu; para umat-Nya yang mendengar dan mengenal suara-Nya serta mengikuti Dia.  Tuhan Yesus adalah pintu bagi kita (orang percaya) kepada keselamatan, kemerdekaan dan kecukupan bagi kekurangan kita.  Kehidupan kita bergantung kepada kuasa dan penyediaan Sang gembala, yaitu Tuhan Yesus.

Hanya melalui Tuhan Yesus dan bersama Tuhan Yesus sajalah kita mendapatkan keselamatan serta kehidupan.   Bukti kasih-Nya yang telah diselenggarakan di atas kayu salib membuktikan kepada kita bahwa betapa cinta-Nya Dia kepada kita, sampai rela mati di atas kayu salib untuk menebus dosa kita.  Yesuslah pintu menuju keselamatan, Yesuslah gembala yang selalau memimpin kita.  Amin.  Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

I'm back again

Saya mau mohon maaf kepada pembaca blog ini karena dalam beberapa waktu saya tidak menulis apa-apa disini.  Bulan akhir Desember 2020 lalu a...