
Tema ini menjadi tema bersama baik PGI maupun KWI dalam menyambut Natal 2020. Tentu dibalik tema ini ada maksud dan tujuan mengapa PGI dan KWI sepakat bersama menentukan tema Natal tentang Imanuel. Kata imanuel berarti Allah berserta dengan kita. Berbicara penyertaan Allah ada dimensi waktu yang Tuhan lakukan terhadap umatNya. Waktu lampau, sekarang dan yang akan datang. Waktu lampau, Tuhan telah membuktikan penyertaanNya dalam kehidupan umatNya. Sebagai contoh Tuhan menolong bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan di Mesir. Tuhan menolong Daud dan menjadikan Bangsa Isreal yang besar. Demikian juga Tuhan telah menyertai Bangsa Yehuda keluar dari perbudakan di Babel.
Penyertaan Allah juga kita alami saat ini selama kita mengalami pandemi Covid-19. Sepuluh bulan sudah kita jalani sejak pandemi covid -19. Kehadiran covid 19 telah membuat banyak orang menderita. Akibat virus ini, kita tidak bisa beribadah berkumpul bersama di Gereja. Bahkan banyak orang kehilangan pekerjaan, perekonomian menjadi lesu serta banyak keluarga kehilangan orang orang yang mereka kasihi. Dalam keadaan seperti ini, sepatutnya kita bersyukur jika kita masih dapat menikmati kehidupan. Waktu yang akan datang, Tuhan akan terus menyertai umatNya dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini dan anugrah keselamatan dimasa yang akan datang.
Jika kita melihat bagian Firman Tuhan yang kita baca, tentu penyertaan Allah juga diberikan kepada Yusuf dalam mengadapi kabar bahwa Maria yang sudah mengandung. Bagi Yusuf peristiwa ini menjadi berita buruk karena status pertunangan yang masih mereka jalani. Bagi Maria ada konsekuensi yang hari ia terima atas kehamilannya sebelum penikahan secara resmi. Dalam tradisi orang Yahudi jika hal itu diketahui pasti Maria akan di hukum mati. Keadaan inilah yang membuat Yusuf ingin meninggalkan Maria dengan diam diam atas peristiwa yang dialami oleh Maria. Sikap ini sebagai bentuk rasa kasih Yusuf kepada Maria supaya namanya tidak tercemar. Namun Allah berkehendak lain terhadap Yusuf. Kehadiran Malaikat mengingatkan Yusuf bahwa kandungan yang ada dalam diri Maria berasal dari Roh Kudus. Hal inilah yang membuat ia tetap mengambil Maria menjadi Istrinya. Penyertaan apa yang Tuhan lakukan bagi Yusuf dan Maria? Tuhan menyertai Yusuf dan Maria menjalani hari hari bersama sampai kehadiran Yesus kedalam dunia.
Kata imanuel yang ditulis dalam Injil Matius, kembali ingin mengingatkan bahwa kehadiran Yesus kedalam dunia sebagai penggenapan dari nubuatan Allah yang disampaikan oleh Yesaya. 700 Tahun sebelum Masehi, Yesaya telah menubuatkan kelahiran Yesus Kristus. Dalam Yesaya 7:14, Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Kehadiran Yesus Kristus yang dinubuatkan Yesaya sebagai bentuk penggenapan janji Allah bahwa Tuhan benar benar hadir ingin menyertai kehidupan umatNya.
Apa yang menjadi makna imanuel dalam kehidupan orang percaya?
Sebagai orang percaya kita membutuhkan Imanuel agar Allah selalu ada bersama kita untuk menyertai hidup kita. Kemanapun kita pergi, apapun yang kita lakukan, kiranya Tuhan selalu hadir untuk mengawasi dan melindungi kita. Lantas, apakah makna Imanuel bagi orang percaya?
1. Tuhan hadir memberikan jaminan dan keberanian bagi orang percaya dalam menghadapi berbagai macam situasi kehidupan
Kehidupan kita tak pernah lepas dari berbagai macam masalah. Masalah itu terkadang membuat kita jatuh, putus asa, dan meragukan kuasa Tuhan. Saat kita menghadapi situasi sulit, ingatlah akan kata “Imanuel”. Karena Tuhan akan selalu beserta kita. Ia akan senantiasa menolong kita, memberkati kita, dan tidak akan membiarkan kita terus-menerus terjerat pada situasi sulit tersebut.
Lagipula, Allah tidak akan pernah memberikan cobaan melampaui kemampuan kita. Jadi, apapun masalah dalam hidup, baik itu masalah pekerjaan, keuangan, anak-anak, bahkan masalah keluarga sekalipun Percayalah! Kasih-Nya akan selalu menaungi anak-anak-Nya. Uluran kasih dan kebaikan-Nya tak pernah habis dalam hidup kita. Ia akan membantu kita mengalahkan kesulitan, kekhawatiran, dan ketakutan.
2. Tuhan selalu hadir sehingga kita tidak perlu takut pada berbagai macam tantangan dalam hidup
Allah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kelemahan. Ia yang menciptakan kita dan mengetahui keterbatasan kita. Oleh karena manusia memiliki keterbatasan, Tuhan Yesus selalu hadir untuk membantu. Bahkan Ia sendirilah yang berinisiatif untuk membantu kita. Berbagai macam bantuan dalam hidup berasal dari Allah. Bantuan tersebut juga datang dalam berbagai macam cara. Baik dari orang yang kita kenal, maupun orang yang tidak kita kenal. Bahkan saat kita dihadapkan dengan tantangan kehidupan secara rohani, percayalah! Tuhan akan menguatkan kita
3. Tuhan hadir dalam rupa manusia
Fakta menggembirakan bagi umat manusia adalah ketika Allah mengutus Yesus untuk hadir dalam wujud manusia biasa. Ia merasakan apa yang dirasakan oleh manusia pada umumnya. Ia marah, sedih, menangis, senang, tertawa, dan takut. Ia hadir ke dunia dalam wujud Imanuel untuk menyertai kita umat manusia. Masa hidup Yesus sebagai manusia berakhir ketika Ia menyerahkan Diri-Nya pada peristiwa penyaliban di Bukit Golgota. Ia melakukan hal tersebut untuk menebus dan membebaskan umat manusia dari dosa. Walaupun tak hadir dalam wujud manusia lagi, Yesus masih tetap hadir dalam hidup kita. Ia hadir dalam wujud Roh Kudus.
4. Tuhan hadir kepada semua orang
Kehadiran penyertaan yang Tuhan berlaku untuk semua orang. Penyertaan Allah dengan tujuan supaya mereka dapat mengalami dan menikmati kasih Allah. dalam Injil Yohanes 3:16, Tuhan katakan, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Kasih dan penyertaan Allah inilah yang membuat Tuhan Yesus memanggil kepada semua orang, mereka yang lemah lesu dan berbeban berat untuk mengalami penyertaan Tuhan. Tuhan Yesus katakan, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Mereka yang letih dan lesu karena kuasa dosa Tuhan memanggil supaya mereka datang kepada Tuhan sehingga mengalami penyertaan Allah dan hidup di dalam terang Allah.
Itulah makna kata Imanuel yang perlu kita diketahui sebagai orang percaya. Dari arti kata kata imanuel, kita sudah bisa menyimpulkan bahwa Tuhan akan selalu campur tangan dalam kehidupan manusia. Untuk itu, jangan pernah takut akan cobaan dalam hidup. Tuhan Yesus selalu beserta kita.
Bagaimana supaya mengalami penyertaan Allah?
Dalam Alkitab, Tuhan telah membuktikan penyertaan kepada umatNya. Ada banyak tokoh-tokoh Alkitab mereka mengalami penyertaan Allah. Sebagai contoh Yusuf ketika dijual oleh saudara saudara kepada orang Mesir. Demikian Daniel dan kawan kawan ketika diperhadapkan dengan perapian yang menyala nyala, apa yang membuat mereka mengalami penyertaan Allah. Ada kehidupan yang nyata ia tunjuk sehingga hidupnya dalam penyertaan Allah. Hal ini juga yang dikehendaki oleh Tuhan dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Apa yang Tuhan mau supaya kita dapat mengalami penyertaan Allah?
1. Tinggal di dalam Kristus.
Dalam Injil Yohanes 15:5, Mengalami penyertaan Allah berarti kita harus mengalami persekutuan dengan Allah dan hidup dalam kebenaran. Tuhan Yesus katakan diluar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
2. Percaya akan kuasa Allah.
Apa itu percaya? Percaya berarti kita bersandar sepenuhnya dan bergantung kepada Tuhan, bahwa Ia berkuasa atas kehidupan kita. Mengapa banyak orang sepertinya kehilangan penyertaan Allah? Mereka masih mengandalkan kekuatannya sendiri dalam menjalani kehidupan. Padahal kekuatan kita sebagai manusia mengalami banyak kelemahan dan keterbatasan. Akibatnya banyak orang mengalami kekecewaan dalam menjalani kehidupan. Ketika kita bersandar kepada Tuhan sepenuhnya, kita memberikan kesempatan kepada Allah untuk bekerja menyatakan kuasaNya diluar yang tidak pernah kita pikirkan.
Apa dampak dari penyertaan Allah bagi orang percaya?.
Pertama, Orang percaya mengalami sukacita.
Manusia akan selalu menghadapi masalah selama ia hidup di dunia. Berbagai masalah tersebut memang membuat kita patah semangat. Namun dengan “Imanuel” kita seharusnya senang dan bersukacita. Karena dengan mengingat nama “Imanuel”, kita diberikan pengharapan baru. Saat masalah datang, Tuhan adalah pribadi yang menjadi sumber pengharapan yang tak pernah habisnya. Kekuatan dan sukacita yang Dia berikan, sudah sepatutnya membuat kita selalu bersukacita saat menghadapi masalah. Lagipula, Ia tak akan pernah meninggalkan kita. Karena Dia akan selalu ada di samping kita.
Kedua, Orang percaya mengalami keberanian menjalani kehidupan.
Ketakutan dan kekwatiran seringkali mewarnai kehidupan manusia. Namun bagi orang percaya, tidak lagi takut dan kekwatiran menjalani kehidupan. Apa yang membuat orang percaya berani karena Tuhan yang selalu menyertai kehidupan orang percaya. Firman Tuhan katakan, 1 Pet. 5:7, Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Bahkan Tuhan Yesus sendiri katakan, Jangalah kamu kuatir. Binatang, tumbuhan Tuhan pelihara apalgi kita sebagai umatNya.
Melalui peristiwa Natal ini Tuhan sedang mengingatkan kepada kita, tentang penyertaan Allah yang ingin Tuhan lakukan dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Penyertaan yang sudah Tuhan lakukan ketika kita mengalami pandemi corona, penyertaan yang sama Tuhan terus lakukan memasuki tahun yang baru 2021. Di tahun yang baru nanti, tantangan boleh ada namun penyertaan Allah terus menyertai kita sampai kedatangan Tuhan dan kehidupan dalam kekekalan bersama Allah. Tuhan memberkati.
Tuhan Yesus memberkati.
SELAMAT HARI NATAL 25 DESEMBER 2020 DAN TAHUN BARU 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar