
Inspirasi Rohani
Sabtu, 02 Januari 2021
I'm back again

Selasa, 22 Desember 2020
MEREKA AKAN MENAMAKANNYA IMANUEL (Matius 1:23)

Tema ini menjadi tema bersama baik PGI maupun KWI dalam menyambut Natal 2020. Tentu dibalik tema ini ada maksud dan tujuan mengapa PGI dan KWI sepakat bersama menentukan tema Natal tentang Imanuel. Kata imanuel berarti Allah berserta dengan kita. Berbicara penyertaan Allah ada dimensi waktu yang Tuhan lakukan terhadap umatNya. Waktu lampau, sekarang dan yang akan datang. Waktu lampau, Tuhan telah membuktikan penyertaanNya dalam kehidupan umatNya. Sebagai contoh Tuhan menolong bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan di Mesir. Tuhan menolong Daud dan menjadikan Bangsa Isreal yang besar. Demikian juga Tuhan telah menyertai Bangsa Yehuda keluar dari perbudakan di Babel.
Penyertaan Allah juga kita alami saat ini selama kita mengalami pandemi Covid-19. Sepuluh bulan sudah kita jalani sejak pandemi covid -19. Kehadiran covid 19 telah membuat banyak orang menderita. Akibat virus ini, kita tidak bisa beribadah berkumpul bersama di Gereja. Bahkan banyak orang kehilangan pekerjaan, perekonomian menjadi lesu serta banyak keluarga kehilangan orang orang yang mereka kasihi. Dalam keadaan seperti ini, sepatutnya kita bersyukur jika kita masih dapat menikmati kehidupan. Waktu yang akan datang, Tuhan akan terus menyertai umatNya dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini dan anugrah keselamatan dimasa yang akan datang.
Jika kita melihat bagian Firman Tuhan yang kita baca, tentu penyertaan Allah juga diberikan kepada Yusuf dalam mengadapi kabar bahwa Maria yang sudah mengandung. Bagi Yusuf peristiwa ini menjadi berita buruk karena status pertunangan yang masih mereka jalani. Bagi Maria ada konsekuensi yang hari ia terima atas kehamilannya sebelum penikahan secara resmi. Dalam tradisi orang Yahudi jika hal itu diketahui pasti Maria akan di hukum mati. Keadaan inilah yang membuat Yusuf ingin meninggalkan Maria dengan diam diam atas peristiwa yang dialami oleh Maria. Sikap ini sebagai bentuk rasa kasih Yusuf kepada Maria supaya namanya tidak tercemar. Namun Allah berkehendak lain terhadap Yusuf. Kehadiran Malaikat mengingatkan Yusuf bahwa kandungan yang ada dalam diri Maria berasal dari Roh Kudus. Hal inilah yang membuat ia tetap mengambil Maria menjadi Istrinya. Penyertaan apa yang Tuhan lakukan bagi Yusuf dan Maria? Tuhan menyertai Yusuf dan Maria menjalani hari hari bersama sampai kehadiran Yesus kedalam dunia.
Kata imanuel yang ditulis dalam Injil Matius, kembali ingin mengingatkan bahwa kehadiran Yesus kedalam dunia sebagai penggenapan dari nubuatan Allah yang disampaikan oleh Yesaya. 700 Tahun sebelum Masehi, Yesaya telah menubuatkan kelahiran Yesus Kristus. Dalam Yesaya 7:14, Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Kehadiran Yesus Kristus yang dinubuatkan Yesaya sebagai bentuk penggenapan janji Allah bahwa Tuhan benar benar hadir ingin menyertai kehidupan umatNya.
Apa yang menjadi makna imanuel dalam kehidupan orang percaya?
Sebagai orang percaya kita membutuhkan Imanuel agar Allah selalu ada bersama kita untuk menyertai hidup kita. Kemanapun kita pergi, apapun yang kita lakukan, kiranya Tuhan selalu hadir untuk mengawasi dan melindungi kita. Lantas, apakah makna Imanuel bagi orang percaya?
1. Tuhan hadir memberikan jaminan dan keberanian bagi orang percaya dalam menghadapi berbagai macam situasi kehidupan
Kehidupan kita tak pernah lepas dari berbagai macam masalah. Masalah itu terkadang membuat kita jatuh, putus asa, dan meragukan kuasa Tuhan. Saat kita menghadapi situasi sulit, ingatlah akan kata “Imanuel”. Karena Tuhan akan selalu beserta kita. Ia akan senantiasa menolong kita, memberkati kita, dan tidak akan membiarkan kita terus-menerus terjerat pada situasi sulit tersebut.
Lagipula, Allah tidak akan pernah memberikan cobaan melampaui kemampuan kita. Jadi, apapun masalah dalam hidup, baik itu masalah pekerjaan, keuangan, anak-anak, bahkan masalah keluarga sekalipun Percayalah! Kasih-Nya akan selalu menaungi anak-anak-Nya. Uluran kasih dan kebaikan-Nya tak pernah habis dalam hidup kita. Ia akan membantu kita mengalahkan kesulitan, kekhawatiran, dan ketakutan.
2. Tuhan selalu hadir sehingga kita tidak perlu takut pada berbagai macam tantangan dalam hidup
Allah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kelemahan. Ia yang menciptakan kita dan mengetahui keterbatasan kita. Oleh karena manusia memiliki keterbatasan, Tuhan Yesus selalu hadir untuk membantu. Bahkan Ia sendirilah yang berinisiatif untuk membantu kita. Berbagai macam bantuan dalam hidup berasal dari Allah. Bantuan tersebut juga datang dalam berbagai macam cara. Baik dari orang yang kita kenal, maupun orang yang tidak kita kenal. Bahkan saat kita dihadapkan dengan tantangan kehidupan secara rohani, percayalah! Tuhan akan menguatkan kita
3. Tuhan hadir dalam rupa manusia
Fakta menggembirakan bagi umat manusia adalah ketika Allah mengutus Yesus untuk hadir dalam wujud manusia biasa. Ia merasakan apa yang dirasakan oleh manusia pada umumnya. Ia marah, sedih, menangis, senang, tertawa, dan takut. Ia hadir ke dunia dalam wujud Imanuel untuk menyertai kita umat manusia. Masa hidup Yesus sebagai manusia berakhir ketika Ia menyerahkan Diri-Nya pada peristiwa penyaliban di Bukit Golgota. Ia melakukan hal tersebut untuk menebus dan membebaskan umat manusia dari dosa. Walaupun tak hadir dalam wujud manusia lagi, Yesus masih tetap hadir dalam hidup kita. Ia hadir dalam wujud Roh Kudus.
4. Tuhan hadir kepada semua orang
Kehadiran penyertaan yang Tuhan berlaku untuk semua orang. Penyertaan Allah dengan tujuan supaya mereka dapat mengalami dan menikmati kasih Allah. dalam Injil Yohanes 3:16, Tuhan katakan, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Kasih dan penyertaan Allah inilah yang membuat Tuhan Yesus memanggil kepada semua orang, mereka yang lemah lesu dan berbeban berat untuk mengalami penyertaan Tuhan. Tuhan Yesus katakan, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Mereka yang letih dan lesu karena kuasa dosa Tuhan memanggil supaya mereka datang kepada Tuhan sehingga mengalami penyertaan Allah dan hidup di dalam terang Allah.
Itulah makna kata Imanuel yang perlu kita diketahui sebagai orang percaya. Dari arti kata kata imanuel, kita sudah bisa menyimpulkan bahwa Tuhan akan selalu campur tangan dalam kehidupan manusia. Untuk itu, jangan pernah takut akan cobaan dalam hidup. Tuhan Yesus selalu beserta kita.
Bagaimana supaya mengalami penyertaan Allah?
Dalam Alkitab, Tuhan telah membuktikan penyertaan kepada umatNya. Ada banyak tokoh-tokoh Alkitab mereka mengalami penyertaan Allah. Sebagai contoh Yusuf ketika dijual oleh saudara saudara kepada orang Mesir. Demikian Daniel dan kawan kawan ketika diperhadapkan dengan perapian yang menyala nyala, apa yang membuat mereka mengalami penyertaan Allah. Ada kehidupan yang nyata ia tunjuk sehingga hidupnya dalam penyertaan Allah. Hal ini juga yang dikehendaki oleh Tuhan dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Apa yang Tuhan mau supaya kita dapat mengalami penyertaan Allah?
1. Tinggal di dalam Kristus.
Dalam Injil Yohanes 15:5, Mengalami penyertaan Allah berarti kita harus mengalami persekutuan dengan Allah dan hidup dalam kebenaran. Tuhan Yesus katakan diluar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
2. Percaya akan kuasa Allah.
Apa itu percaya? Percaya berarti kita bersandar sepenuhnya dan bergantung kepada Tuhan, bahwa Ia berkuasa atas kehidupan kita. Mengapa banyak orang sepertinya kehilangan penyertaan Allah? Mereka masih mengandalkan kekuatannya sendiri dalam menjalani kehidupan. Padahal kekuatan kita sebagai manusia mengalami banyak kelemahan dan keterbatasan. Akibatnya banyak orang mengalami kekecewaan dalam menjalani kehidupan. Ketika kita bersandar kepada Tuhan sepenuhnya, kita memberikan kesempatan kepada Allah untuk bekerja menyatakan kuasaNya diluar yang tidak pernah kita pikirkan.
Apa dampak dari penyertaan Allah bagi orang percaya?.
Pertama, Orang percaya mengalami sukacita.
Manusia akan selalu menghadapi masalah selama ia hidup di dunia. Berbagai masalah tersebut memang membuat kita patah semangat. Namun dengan “Imanuel” kita seharusnya senang dan bersukacita. Karena dengan mengingat nama “Imanuel”, kita diberikan pengharapan baru. Saat masalah datang, Tuhan adalah pribadi yang menjadi sumber pengharapan yang tak pernah habisnya. Kekuatan dan sukacita yang Dia berikan, sudah sepatutnya membuat kita selalu bersukacita saat menghadapi masalah. Lagipula, Ia tak akan pernah meninggalkan kita. Karena Dia akan selalu ada di samping kita.
Kedua, Orang percaya mengalami keberanian menjalani kehidupan.
Ketakutan dan kekwatiran seringkali mewarnai kehidupan manusia. Namun bagi orang percaya, tidak lagi takut dan kekwatiran menjalani kehidupan. Apa yang membuat orang percaya berani karena Tuhan yang selalu menyertai kehidupan orang percaya. Firman Tuhan katakan, 1 Pet. 5:7, Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Bahkan Tuhan Yesus sendiri katakan, Jangalah kamu kuatir. Binatang, tumbuhan Tuhan pelihara apalgi kita sebagai umatNya.
Melalui peristiwa Natal ini Tuhan sedang mengingatkan kepada kita, tentang penyertaan Allah yang ingin Tuhan lakukan dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Penyertaan yang sudah Tuhan lakukan ketika kita mengalami pandemi corona, penyertaan yang sama Tuhan terus lakukan memasuki tahun yang baru 2021. Di tahun yang baru nanti, tantangan boleh ada namun penyertaan Allah terus menyertai kita sampai kedatangan Tuhan dan kehidupan dalam kekekalan bersama Allah. Tuhan memberkati.
Tuhan Yesus memberkati.
SELAMAT HARI NATAL 25 DESEMBER 2020 DAN TAHUN BARU 2021
Selasa, 08 Desember 2020
Tuhan Yesus Ingin Kita Masuk Surga

Pada bulan Desember ini kita sudah banyak melihat asesoris natal di mall, di toko toko maupun di jalan- jalan. Selain itu pada bulan ini pun kita sudah sering kali mendengar lagu lagu natal termasuk di rumah kita dari smartphone kita. Sebuah pertanyaan yang muncul ialah, apa makna natal sesungguhnya menurut anda ? sesungguhnya makna natal berbicara tentang anugerah yg Besar. Tuhan Yesus menyatakan KASIH yang Besar dengan memberikan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus kepada dunia yg berdosa.
Dalam injil Yohanes 3: 16 berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia memberikan anak-Nya yang tunggal supaya yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan berolah hidup yang kekal.” Tuhan Yesus berkata, “setiap orang yg percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yg kekal.”maksudnya ialah bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya akan mendapatkan hidup yang kekal yaitu masuk surga. Dalam hal ini tidak ada pemaksaan! Tuhan Yesus tidak memaksa anda untuk masuk surga. Namun Ia ingin kita masuk sorga. Sekali lagi di tekankan bahwa beliau tidak memaksa anda. Karena tidak ada orang yang masuk sorga itu karena terpaksa. Itu Pilihan anda masing-masing.
Karena itu hari ini kita putuskan, apakah kita mau masuk surga tinggal bersama-sama dengan Allah ? masuk surga bukan karena perbuatan kebaikan manusia melainkan karena kasih karunia Allah yang di berikan bagi semua manusia yang percaya kepada-Nya. Dan ini gratis dari Allah.
Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Sabtu, 05 Desember 2020
7 Perkataan “Akulah” dalam Kitab Injil Yohanes (Bagian ke 5)

Perkataan “Akulah” yang ke enam dalam kitab Injil Yohanes ini, terdapat dalam pasal 14:6, Yesus berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Tuhan Yesus bukan hanya mengetahui dan menunjukkan jalan yang benar, tetapi Dia lah jalan dan kebenaran dan hidup itu sendiri. Ia adalah kunci penentu terhadap semua misteri. Tuhan Yesus adalah jalan, yang di dalam Dia lah manusia dibawa kembali kepada Allah.
Selain itu, Tuhan Yesus adalah kebenaran. Hari-hari ini dalam dunia maya banyak beredaran berita hoax di mana mana. Di dalam Tuhan Yesus tidak ada berita hoax. Bukan juga dihasilkan dari pertimbangan hukum seperti yang dibuat manusia. Perkataan-Nya berotoritas, tidak berubah dan konsisten. Kebenaran yang akan kita jumpai dari perkataan-Nya saat ini yaitu melalui firman Tuhan (Alkitab).
Yesus adalah hidup. Jalan adalah cara untuk mencapai Allah Bapa, kebenaran mengajarkan dan menegaskan norma yang benar dari jalan itu, hidup memperlihatkan dinamika dalam mencapai Allah Bapa. Yesuslah jalannya, pedomannya, Ia memberi hidup, vitalitas rohani yang berasal dari Allah, mengangkat keluar dari dosa kepada Tuhan.
Yang terakhir (ketujuh) yaitu perkataan “Akulah” yang terdapat dalam Injil Yohanes 15:1 Yesus berkata “Akulah pokok anggur yang benar.” Ini adalah sebuah perumpamaan hubungan orang percaya dan Yesus. Hubungan pertama dan yang paling penting yang harus di bina oleh murid Kristus adalah hubungan dengan Yesus. perumpamaan tentang pokok anggur yang benar berarti bahwa Yesuslah bibit yang sejati, Ia sendiri adalah sumber kehidupan surgawi dari tanaman rohani. Kita adalah contoh tanaman yang diambil daripada-Nya. Kita akan menjadi buah yang unggul karena berasal dan menempel dari bibit yang sejati. Jika kita terus “menempel” kepada Tuhan Yesus dan terus di bawah didikan Tuhan, kita akan menghasilkan buah yang benar, dan banyak orang akan menikmatinya.
7 perkataan “Akulah” dalam kitab injil Yohanes telah di uraikan satu persatu. Karena itu dalam situasi pandemi Covid 19 ini, marilah kita tingkatkan kepercayaan kita, pengharapan kepada Tuhan Yesus karena Dialah Roti Hidup, Dialah Terang Dunia, Dialah Pintu, Dialah Gembala yang baik, Dialah Kebangkitan dan Hidup, Dialah Jalan dan Kebenaran dan Hidup, dan Dia pun Pokok Anggur yang benar. Amin Tuhan Yesus memberkati.
Jumat, 04 Desember 2020
7 Perkataan “Akulah” dalam Kitab Injil Yohanes (Bagian ke 4)

Tujuh Perkataan “Akulah” dalam Kitab Injil Yohanes, yaitu perkataan yang di ucapkan oleh Tuhan Yesus yang kelima, yang terdapat di dalam kitab Injil Yohanes 11:25 yang berkata, “Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup.”
Pembangkitan Lazarus adalah mujizat terbesar dan sebuah demonstrasi kekuasaan Yesus atas persoalan final manusia dan menjadi bukti atas pernyataan Yesus bahwa Ia adalah kebangkitan dan hidup. Tuhan Yesus bukan hanya bisa bersimpati terhadap sebuah penyakit atau kematian seseorang seperti yang di alami oleh Lazarus. Bagi Tuhan Yesus, sakit penyakit adalah sebuah kesempatan untuk memanifestasi kuasa ilahi-Nya. Selain itu bahwa cara Tuhan Yesus untuk mendidik murid-murid dalam iman bahwa kuasa-Nya pun dapat mengatasi kematian seperti di dalam peristiwa pembangkitan Lazarus.
Kalau iman mereka dapat mengatasi ketakutan terbesar manusia yaitu, kematian. Maka murid-murid akan siap menghadapi goncangan peristiwa penyaliban. Bagi Tuhan Yesus, penyakit dan kematian bukanlah rintangan yang tak teratasi, tetapi panggilan untuk berperang. Hanya Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita yang telah mematahkan kuasa maut seperti yang tertulis di dalam 1 Korintus 15:55-57 berkata demikian, “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? " Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” Bahkan lebih dari pada itu Tuhan Yesus dapat mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa, yaitu hidup yang kekal selama-lamanya bersama-Nya.
Pada bagian ini, Tuhan Yesus menyajikan diri-Nya sebagai kebangkitan dan hidup. Kiranya hal ini menantang kita untuk selalu percaya kepada-Nya, untuk selalu setia kepada-Nya. Sebab Dialah kebangkitan dan hidup
Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Minggu, 29 November 2020
7 Perkataan “Akulah” dalam Kitab Injil Yohanes (bagian ke 3)

Perkataan Yesus “Akulah” dalam Injil Yohanes yang ketiga dan yang empat ada di dalam satu perikop. Yang terdapat dalam Injil Yohanes 10:9 berkata, “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” Dan di dalam pasal yang sama yaitu injil Yohanes 10:11 berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”
Yesus berkata , “Akulah pintu”, “Akulah gembala yang baik.” Rutinitas seorang gembala memasuki kandang domba di lakukan pada pagi hari, dan seorang gembala berdiri di pintu kandang ketika domba-domba nya keluar masuk, dan melewati seorang gembala tersebut satu persatu, sementara si gembala tersebut menghitung dan memeriksa domba-dombanya. Rutinitas yang lain yang dilakukan oleh seorang gembala, gembala memanggil domba-domba dan memimpin mereka ke padang rumput setiap hari supaya domb-domba tersebut dapat makan dan minum. Rutinitas yang biasa di lakukan oleh seorang gembala kadangkala memiliki resiko. Bahkan resiko terbesarnya ialah sampai kehilangan nyawanya seorang gembala tersebut. Misalnya apabila datang bahaya, gembala melindungi kawanan domba tersebut dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri terhadap binatang buas seperti; Serigala serta bahaya-bahaya hutan belantara lainnya. Tanggung jawab seorang gembala di posisi tersebut mau tidak mau seorang gembala harus berhasil dalam setiap resiko setiap hari. Sehingga domba-domba miliknya aman dalam perjalanan hingga kembali ke dalam kandang domba.
Dari teks ini, gembala yang dimaksud adalah Tuhan Yesus. dan pintu yang di maksud itu adalah Tuhan Yesus. Para kawanan domba yaitu; para umat-Nya yang mendengar dan mengenal suara-Nya serta mengikuti Dia. Tuhan Yesus adalah pintu bagi kita (orang percaya) kepada keselamatan, kemerdekaan dan kecukupan bagi kekurangan kita. Kehidupan kita bergantung kepada kuasa dan penyediaan Sang gembala, yaitu Tuhan Yesus.
Hanya melalui Tuhan Yesus dan bersama Tuhan Yesus sajalah kita mendapatkan keselamatan serta kehidupan. Bukti kasih-Nya yang telah diselenggarakan di atas kayu salib membuktikan kepada kita bahwa betapa cinta-Nya Dia kepada kita, sampai rela mati di atas kayu salib untuk menebus dosa kita. Yesuslah pintu menuju keselamatan, Yesuslah gembala yang selalau memimpin kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Jumat, 27 November 2020
7 Perkataan "Akulah" dalam Kitab Injil Yohanes (bagian ke 2)

Dalam injil Yohanes 8:12 berkata, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, katanya: Akulah terang dunia; barangsiapa yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Dan di dalam Injil Yohanes 9:5 berkata, “Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” Perkataan Yesus yang kedua dalam kitab injil ini ialah “Akulah terang dunia.”
Sejak manusia pertama (Adam) jatuh ke dalam dosa, kecendrungan manusia hidup di dalam kegelapan karena dosa. Dosa menggelapkan pikiran manusia serta memberi potensi keragu-raguan bahkan ketidak percayaan kepada Tuhan. Banyak orang mencari “pencerahan” dengan berbagai cara karena semua masalah / penderitaan dan dosa, tetapi Yesus mengatakan bahwa Dia lah terang itu. Dia adalah Tuhan yang mengetahui segala sesuatu jauh melebihi semua pemikiran manusia. Dan Dia pun tidak menilai menurut lensa manusia.
Ketidakpercayaan kita kepada Tuhan Yesus membawa kita kepada kematian dalam kegelapan dosa. Karena itu percayalah kepada Yesus, maka pikiran kita tidak lagi di dalam kegelapan melainkan di dalam kehidupan. Sebab Dialah (Tuhan Yesus) terang itu yang akan meluruskan jalan kita sesuai yang tertulis di dalam Amsal 3 : 5-6, “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertian mu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Karena itu hiduplah selalu di dalam terang itu karena kita adalah anak-anak terang itu (Efesus 5:10). Amin
I'm back again
Saya mau mohon maaf kepada pembaca blog ini karena dalam beberapa waktu saya tidak menulis apa-apa disini. Bulan akhir Desember 2020 lalu a...
-
Tujuh Perkataan “Akulah” dalam Kitab Injil Yohanes, yaitu perkataan yang di ucapkan oleh Tuhan Yesus yang kelima, yang terdapat di dalam k...
-
Kata “Akulah” adalah perkataan Yesus sendiri tentang diri-Nya. Kita melihat saat ini dalam masa pandemi ini, MENGAPA KITA MENGANGKAT TEMA ...